Shalat Safar

Karena dalam menunaikan ibadah haji dan umrah terkait erat dengan perjalanan jauh khususnya kita yang ada di Indonesia, maka kita juga harus memahami yang namanya Shalat Safar.

Apa itu Shalat Safar?

Shalat safar adalah shalat sunnah dua raka’at yang dilakukan ketika hendak melakukan perjalanan (safar) ataupun ketika kembali dari perjalanan.

Dari Abu Hurairah ra ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apabila engkau keluar dari rumahmu, hendaklah engkau shalat dua raka’at, maka shalat itu akan memeliharamu dari keluarnya keburukan. Dan apabila engkau masuk ke rumahmu, hendaknya engkau shalat dua raka’at, maka shalat itu akan memeliharamu dari masuknya keburukan.” (HR. Al-Baihaqi) (sumber)

Tata cara shalat Safar

1. Membaca niat

اُصَلّي سًنّةَ السَّفَرِرَكْعَتيْنِ للّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatas safari rak’ataini Lillahi Ta’ala

Aku niat shalat sunat safar karena Allah Yang Maha Tinggi

2. Pada raka’at pertama membaca surat Al-Fatihah

3. Dilanjutkan dengan membaca surat Al-Kafirun

4. Pada raka’at kedua setelah membaca surat Al-Fatihah membaca surat Al-Ikhlas

5. Doa setelah shalat Safar


اللَّهُمَّ بِكَ أَسْتَعِيْنُ، وَعَلَيْكَ أَتَوَكَّلُ، اللَّهُمَّ ذَلِّلْ لِي صُعُوْبَةَ أَمْرِي، وَسَهِّلْ عَلَيَّ مَشَقَّةَ سَفَرِي، وَارْزُقْنِي مِنَ الخَيْرِ أَكْثَرَ مِمَّا أَطْلُبُ، وَاصْرِفْ عَنِّي كُلَّ شَرٍّ، رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي، وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَحْفِظُكَ وَأَسْتَوْدِعُكَ نَفْسِي وَدِيْنِي وَأَهْلِي وَأَقَارِبِي وَكُلَّ مَا أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَيْهِمْ بِهِ مِنْ آخِرَةٍ وَدُنْيَا، فَاحْفَظْنَا أَجْمَعِيْنَ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ يَا كَرِيْمُ

Allahumma bika asta‘iynu, wa ‘alaika atawakkalu, allahumma dzallil liy shu‘ubata amriy, wa sahhil ‘alayya masyaqqata safariy, warzuqniy minal khairi aktsara mimmaa athlubu, washrif ‘anniy kulla syarrin, robbisyroh liy shadriy, wa yassir liy amriy. Allahumma inniy astahfizhuka wa astaudi‘uka nafsiy, wa diyniy, wa ahliy, wa aqooribiy, wa kulla ma an‘amta ‘alayya wa ‘alaihim bihiy min aakhirah wa dunia, fahfazhnaa ajma‘iyn min kulli su’in ya kariym.”

Artinya: “Ya Allah, hanya kepada-Mu aku minta tolong, hanya kepada-Mu aku berpasrah. Tuhanku, tundukkanlah bagiku segala macam kesulitan urusanku, mudahkan untukku hambatan perjalananku, anugerahkanlah aku sebagian dari kebaikan melebihi apa yang kuminta, palingkan diriku dari segala kejahatan. Tuhanku, lapangkanlah dadaku dan mudahkan urusanku. Ya Allah, aku meminta penjagaan dan menitipkan diriku, agamaku, keluargaku, kerabatku, dan semua yang telah Kau berikan kepadaku baik kebaikan ukhrawi maupun duniawi. Lindungilah kami dari segala kejahatan, wahai Tuhan yang maha pemurah,” (Kutipan dari Kitab Al-Adzkar, Imam An-Nawawi,).

6. Setelah selesai, dianjurkan banyak membaca ayat Kursi dan surat Al-Quraisy

Kemudian ketika kembali pulang, kita melakukan shalat sunnah safar dengan niat:

اصلي سنۃ لقدوم السفر ركعتين مستقبل القبلۃ لله تعالی

Ushallii sunnatan liquduumis safari rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’aalaa

Artinya: Aku niat mengerjakan shalat sunat pulang dari bepergian dua rakaat karena Allah ta’ala.

الحمد ﷲ الذي نصرني بقضاء نسكي وحفظني من غثاء سفري حتی اعود الی اهلي اللهم بارك في حياتي بعد الحج واجعلني من الصالحين

Alhamdulillaahil ladIi nasharanii biqadhaai nusukii wa hafazanii min ghatsaai safarui hatta a’uudu ilaa ahlii, allahumma baaril fii hayaatii ba’dal hajji waj’alnii minash shaalihiin.

Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pertolongan kepadaku dengan melaksanakan haji dan telah menjaga diriku dari kesulitan bepergian sehingga aku dapat kembali lagi kepada keluargaku. Ya Allah, berkahilah hidupku setelah melaksanakan haji dan jadikanlah aku sebagai bagian dari orang-orang saleh.