Panduan Lengkap Tata Cara Ibadah Haji dan Umroh

Menunaikan ibadah Haji dan Umrah adalah dambaan bahkan kewajiban setiap muslim dan muslimah yang mampu dan diberi kelebihan oleh Allah SWT.

Di Indonesia sendiri, Haji dan Umrah memiliki kuota jama’ah yang besar di dunia setiap tahunnya, dengan jumlah 650.000 jama’ah umrah pada tahun 2016 dan rata-rata 150.000 – 200.000 jama’ah haji diberangkatkan setiap tahunnya.

Tentunya dari besaran jama’ah tersebut, niscaya banyak yang membutuhkan sebuah panduan lengkap, komprehensif, dan solusi transportasi untuk berangkat menunaikannya.

Untuk itu, kami dari AnekaTrip menyediakan panduan lengkap tata cara menunaikan ibadah Haji dan Umrah yang membahas topik-topik berikut ini:

  • Sejarah haji dan umrah
  • Perbedaan haji dan umrah
  • Persiapan haji dan umrah
  • Perbekalan yang harus disiapkan
  • Tata cara Umrah dan Haji
  • Rukun haji dan umrah
  • Doa-doa dalam haji dan umrah
  • Paket haji furoda
  • Paket haji plus
  • Paket umrah
Semua yang Anda butuhkan untuk berangkat menunaikan ibadah haji dan umrah ada di sini.

Dalil Perintah Haji dan Umrah

Haji dan Umrah

Melaksanakan ibadah Haji adalah wajib bagi setiap kaum muslim, baik laki-laki maupun wanita, yang telah memasuki usia aqil baliq dan telah mampu secara lahir maupun batin, dan wajibnya hanya sekali seumur hidup.

Rasulullah SAW bersabda, “saudara-saudara, sungguh Allah telah mewajibkan haji kepada kalian. Karena itu berhajilah.” Lalu seseorang bertanya, “Apakah setiap tahun, ya Rasulullah?” Rasulullah diam, sehingga orang itu menanyakan hingga tiga kali.

Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Seandainya aku jawab ‘Ya’, maka tentu haji itu wajib setiap tahun, lalu akhirnya kalian tidak akan mampu melaksanakannya.

Janganlah kalian tanyakan apa yang tidak aku sebutkan. Karena celakanya orang-orang sebelum kalian dulu karena mereka banyak bertanya dan mereka berselisih dengan para nabi mereka.

Apabila aku perintahkan sesuatu kepadamu, maka laksanakanlah menurut kemampuanmu, dan apabila aku melarang sesuatu terhadapmu, maka tinggalkanlah.” (HR. Bukhari Muslim)

Adapun waktu pelaksanaannya adalah dalam bulan-bulan haji yaitu mulai tanggal 1 Syawal hingga berakhir pada tanggal 10 Dzulhijah. Sebagaimana firman Allah SWT,

(musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetaokan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik, dan berbantah-bantahan didalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekal lah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.” (Qs. Al-Baqarah [2]: 197)

Sedangkan penentuan wajibnya hukum Haji adalah berdasarkan firman Allah SWT,

Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (diantaranya) maqam Ibrahim; Barang siapa memasukinya (Baitullah) menjadi amanlah ia; Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (Qs. Ali’ Imran [3]: 97)

Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepadamu berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian daripadanya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir. Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan thawaf di sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).” (Qs. Al-Hajj [22]: 27, 28, 29)

Sedangkan hukum ibadah umrah adalah sunnah, yang apabila dilakukan mendapatkan pahala dan menghapus dosa dan bila ditinggalkan tidaklah berdosa. Abu Hurairah ra mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

Umrah yang satu sampai umrah yang berikutnya adalah penghapus dosa antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Waktu pelaksana umrah tidak ada waktu-waktu yang khusus sehingga mereka yang mampu dapat melaksanakan ibadah umrah kapan saja.

Anas ra mengatakan bahwa Rasulullah SAW berumrah sebanyak empat kali dan semuanya dilakukan di bulan Dzulqa’dah, kecuali umrah yang menyertai haji beliau. Yang pertama, umrah pada masa Hudaibiyah di dalam bulan Dzulqa’dah. Kedua, umrah pada tahun berikutnya, juga di dalam bulan Dzulqa’dah. Ketiga, umrah dari Ji’ranah ketika beliau membagikan harta rampasan dari perang Hunain, juga di dalam bulan Dzulqa’dah. Keempat, umrah yang menyertai haji beliau (tidak di bulan Dzulqa’dah).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tentang Haji dan Umroh

Perbedaan Haji dan Umroh

Haji dan Umroh merupakan ibadah yang dilaksanakan di tanah suci Mekkah. Banyak sekali umat muslim di dunia yang ingin melaksanakan ibadah tersebut untuk menyempurnakan rukun Islam. 

Namun, sebelum melakukan semua itu apakah Anda mengetahui apa perbedaan Haji dan Umroh?

Ya, Haji dan Umroh memang memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Mulai dari tata cara pendaftaran hingga pelaksanaan, semuanya berbeda. 

Untuk melaksanakan ibadah Haji dan Umroh Anda juga harus menyiapkan segala sesuatunya mulai dari biaya hingga perlengkapan apa saja yang akan dibawa.

Dengan mempersiapkan segalanya pada jauh hari sebelum melakukan ibadah tersebut. Anda bisa melaksanakan ibadah dengan khusyuk di tanah suci. 

Nah, bagi Anda yang ingin melaksanakan ibadah Haji atau Umroh yuk, gali informasi di bawah ini.

Apa itu Haji?

Ibadah Haji adalah suatu kegiatan ibadah di tanah suci yang wajib dilakukan agar bisa melaksanakan rukun Islam yang ke lima bagi seseorang yang sudah mampu secara finansial dan fisik. 

Ibadah Haji hanya bisa dilakukan saat musim Haji dan waktu yang dilakukan untuk menunaikan ibadah Haji lebih lama dari pada ibadah Umroh.

Macam-Macam Haji

  • Haji Reguler

Banyak sekali ragam Haji yang bisa Anda laksanakan. Salah satunya adalah Haji reguler. Memang dalam melakukan pendaftaran sebagai Haji reguler tidak terlalu murah dan tidak terlalu mahal. Namun, fasilitas yang akan didapat juga tidak terlalu mewah.

Selain itu, dengan mendaftarkan diri sebagai Haji reguler Anda juga akan menunggu antrian pemberangkatan dalam waktu yang tidak sebentar. Minimal 10 tahun setelah mendaftar biasanya baru bisa berangkat.

Meski demikian, hal ini merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk bisa melaksanakan ibadah Haji yang diimpikan.

Nah, untuk biaya yang akan dikeluarkan untuk mendaftar Haji reguler adalah lebih dari 35 juta setiap jamaahnya. Jadi, susunlah terlebih dahulu rencana untuk mendaftar Haji pada jauh-jauh hari. Setelah itu, sediakan dana yang akan digunakan untuk mendaftar.

  • Haji Furoda

Haji Furoda merupakan suatu istilah yang digunakan untuk semua jamaah Haji yang menggunakan visa Furoda atau bisa disebut dengan visa Haji undangan. 

Jadi, visa Haji Furoda ini biasanya dikeluarkan oleh kerajaan Arab Saudi yang diberikan kepada pemerintah RI.Jadi, jamaah Haji yang mendapatkan visa Haji Furoda ini sangat berbeda dengan Haji reguler atau pun Haji plus. 

Jamaah tersebut tidak perlu antri dalam menunggu pemberangkatan. Daftar tahun ini, berangkat musim haji berikutnya. Selain itu, pemerintah Indonesia juga tidak bertanggung jawab pada jamaah tersebut dari mulai berangkat hingga pulang.

Hal ini disebabkan karena jamaah tersebut sudah menjadi tanggung jawab panitia dari Arab Saudi yang sudah memberikan visa Haji Furoda tersebut. Dengan demikian Anda tidak perlu repot menunggu lama untuk berangkat menjalankan ibadah Haji.

  • Haji Plus

Nah, berbeda dengan Haji Reguler yang menunggu pemberangkatan sangat lama. Jika Anda melakukan pendaftaran Haji plus, antri pemberangkatan akan lebih cepat. Namun, biaya yang harus dikeluarkan tentu lebih tinggi dari pada Haji reguler. Biayanya yaitu mencapai 16.999 US Dollar.

Estimasi keberangkatannya adalah sekitar 5 – 6 tahun sejak mendaftar.

  • Badal Haji

Sebenarnya, badal sudah bukan menjadi istilah yang asing untuk menjalankan ibadah Haji. Ya, badal Haji merupakan suatu kegiatan Haji yang diwakilkan oleh orang lain. Hal ini biasanya disebabkan karena orang yang akan melakukan Haji tersebut meninggal.

Badal Haji ini bisa dilakukan oleh anggota keluarga atau pun siapa saja yang diberi wasiat. Membadalkan orang yang sudah meninggal adalah suatu hal yang wajib dilakukan oleh walinya. Yang harus dilakukan adalah untuk mencari pengganti untuk melakukan ibadah Haji atas nama dan harta orang yang sudah  meninggal tersebut.

Rukun Haji

Nah, untuk Anda yang akan melaksanakan ibadah Haji alangkah baiknya mengetahui apa saja rukun yang harus dilaksanakan saat melakukan ibadah Haji. 

Rukun Haji ini wajib dilakukan oleh semua jamaah tanpa terkecuali. Sebab, apabila ada salah satu saja rukun Haji yang tidak dilaksanakan maka ibadah Anda tidak sah.

Rukun Haji yang harus dilakukan seperti ihram, Tawaf, Sai, Tahalul, wukuf di padang Arafah, menginap di Muzdalifah dan melempar Jumroh di Mina. 

Semua rukun tersebut harus Anda lakukan satu persatu. Jadi, jangan sampai tidak melakukannya ya!

Syarat Haji

Selain terdapat rukun yang harus dilakukan saat melaksanakan ibadah Haji, ada juga syarat yang harus dipenuhi seseorang yang akan melaksanakan Haji. 

Syarat tersebut adalah Islam, baligh, berakal sehat, merdeka, mampu baik secara finansial maupun secara fisik.

Apa Itu Umroh?

Umroh adalah suatu kegiatan yang hampir mirip dengan Haji namun hukum melaksanakannya adalah sunnah. Ibadah ini bisa dilakukan kapan saja kecuali saat hari dimana sedang musim ibadah Haji. 

Nah, untuk melaksanakan kegiatan tersebut tentu Anda harus mengetahui tentang rukun dan syaratnya seperti di bawah.

Rukun Umroh

Untuk melaksanakan Umroh tentu terdapat rukun yang harus Anda lakukan. Nah, rukun yang harus diketahui adalah ihram, Tawaf, Sai dan Tahalul. Agar Umrohnya sempurna maka, rukun tersebut harus dilakukan.

Syarat Umroh

Selain memiliki rukun yang harus dilakukan, terdapat pula beberapa syarat Umroh yang harus dipenuhi seseorang saat akan melakukan ibadah tersebut. 

Syaratnya adalah Islam, baligh, berakal sehat, memiliki kemampuan baik secara fisik maupun finansial, memiliki mahram khusus bagi wanita yang akan melaksanakan umrah.

Perbedaan Haji dan Umroh

Tentu saja Umroh dan Haji itu berbeda. Banyak sekali perbedaan diantara keduanya, mulai dari tata cara pelaksanaan hingga cara mendaftarnya. 

Namun, tidak semua berbeda, terdapat beberapa persamaan pada Umroh dan Haji. 

Nah, untuk mengetahui persamaan dan perbedaan Haji dan Umroh lihatlah tabel berikut ini.

Haji

Umroh

  1. Hukumnya wajib bagi yang mampu.
  2. Waktu pelaksanaan pada tanggal 9-10 Dzulhijjah.
  3. Tempat pelaksanaan ibadah Haji harus dilakukan sesuai dengan rukunnya yang berada di luar Mekkah yaitu di Arafah, mabit di  Muzdalifah dan melempar Jumroh di Mina.
  4. Tingkat keramaiannya sangat tinggi sebab dilakukan secara serentak oleh semua umat muslim di seluruh Dunia.
  5. Rukun Haji yaitu Ihram, Tawaf, Sai, Tahalul, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan melempar Jumroh di Mina.
  1. Hukumnya sunnah.
  2. Bisa dilaksanakan kapan saja kecuali pada hari yang dimakruhkan yaitu Arofah pada tanggal 9-10 Dzulhijjah dan hari tasyrik pada tanggal 11,12 dan 13 Dzulhijjah.
  3. Tempat pelaksanaan Umroh tidak dilakukan di luar mekkah.
  4. Bisa dilakukan kapan saja, sehingga tingkat keramaiannya tidak terlalu tinggi.
  5. Rukun Umroh adalah Ihram, Tawaf, Sai dan Tahalul.
  • Antara ibadah Haji dan Umroh diawali dengan keadaan berihram
  • Melaksanakan ibadah Haji dan Umroh sama-sama mendatangkan pahala
  • Ke dua ibadah ini sama-sama dikerjakan terlebih dahulu dengan mengambil miqat makani
  • Antara ibadah Haji dan umrah memiliki rukun Ihram, Tawaf, Sai dan Tahalul.

Paket & Biaya Umroh

Tata Cara Umrah dan Haji

Haji dan umrah bagi wanita

Haji dan Umrah Bagi Wanita

Hukum dalam melaksanakan setiap ibadah bagi pria maupun wanita adalah sama. Hanya saja ada beberapa ketentuan khusus yang diatur dalam Islam bagi kaum wanita dengan tuiuan menjaga kehormatan, keselamatan, fitnah

Baca selengkapnya »
Persiapan haji dan umrah

Persiapan Haji dan Umrah

Sudah dapat jadwal keberangkatan haji atau umrah? jika iya, kini saatnya mempersiapkan apa saja yang perlu dipersiapkan dalam rangka menunaikan ibadah ke tanah suci. Baca terus… Ibadah haji adalah salah

Baca selengkapnya »
Shalat Safar

Shalat Safar

Karena dalam menunaikan ibadah haji dan umrah terkait erat dengan perjalanan jauh khususnya kita yang ada di Indonesia, maka kita juga harus memahami yang namanya Shalat Safar. Apa itu Shalat

Baca selengkapnya »
Hafalan doa haji dan umrah

Hafalan Doa Untuk Haji dan Umroh

Ini panduan doa-doa yang perlu Anda hafalkan untuk bekal perjalanan haji dan umrah Anda. Baca terus… 1. Doa Keluar Rumah بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا

Baca selengkapnya »
Rukun Haji dan Umrah

Rukun Haji dan Umrah

Rukun adalah apa yang harus dilakukan untuk mencapai sahnya sebuah ibadah, dan bila ditinggalkan akan berakibat pada batalnya ibadah yang dilakukan. 1. Ihram Berihram dari Miqat Ketika Rasulullah SAW berhaji

Baca selengkapnya »
Miqat

Miqat

Miqat adalah garis batas atau garis demarkasi untuk mulai meIafadzkan niat (Ihram) ketika akan memasuki tanah suci untuk berhaji atau berumrah. Yang dibagi menjadi dua jenis miqat. Miqat Zamani Pertama

Baca selengkapnya »
Jenis Haji

Jenis-Jenis Haji

Dilihat dari pelaksanaannya, jenis-jenis ibadah haji dibagi menjadi tiga macam, yaitu Haji Ifrad, Haji Qiran, dan Haji Tamattu. Baca juga: Panduan Lengkap Haji dan Umrah Haji Ifrad Haji Ifrad adalah

Baca selengkapnya »
Dam dan jenis-jenisnya

Dam

Dam adalah denda atas pelanggaran amalan-amalan wajib yang dilakukan oleh jemaah haji dan umrah dengan sengaja maupun tidak, atas: Melakukan haji dengan cara Haji Qiran atau Haji Tammattu. Tidak melakukan

Baca selengkapnya »

Tips Umrah dan Haji